Format Teks Sesuai Desain Instruksional

0
530

Desain Instruksional yang baik difokuskan pada satu tujuan dengan memberikan pengalaman bagi pengguna / pembelajar hingga membantu mereka untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Pada artikel saat ini saya akan memberikan sedikit tips bagaimana menggunakan prinsip-prinsip desain user experience (UX) dan User Interface (UI) untuk membuat konten pelajaran yang akan disukai oleh pembelajar hingga dapat mencapai tujuan

“Desain instukrional yang hebat memberikan pengalaman belajar dan mendukung hasil pembelajaran yang sukses”

UI atau UX ?

UI atau bisa disebut antarmuka digital untuk pengguna dan UX Pengalaman penggunakan terhadap antarmuka digital.

Desain yang baik tergantung dari seberapa besarnya desain itu mengikuti prinsip dari UI dan UX. Apa perbedaannya ? Apabila desain konten eLearning terlihat bagus, skema warnanya menarik serta elemen visual selaras dengan tampilan keseluruhan maka desain tersebut telah memenuhi prinsip UI.

Apabila desain terlihat bagus akan tetapi pengguna kesulitan dalam mengakses konten secara keseluruhan seperti halnya menu-menu antar konten/section/page satu dengan page lainnya tidak terstruktur maka pada pengalaman pengguna suatu konten dapat dikatakan buruk.

“UI adalah tentang bagaimana konten kursus eLearning terlihat dan UX adalah tentang bagaimana rasa mudah atau sukar dalam menggunakannya”

Cara menyunting teks untuk desain pembelajaran pada konten eLearning.

Saya mengawalinya dengan cara mempresentasikan teks karena dalam banyak kasus itu akan menjadi elemen utama dari konten pembelajaran online yang akan dibuat. Karena teks adalah pusat dari sebagaian besar materi eLearning dan perlu diingat bahwasannya teks itu perlu disunting dengan baik agar pembelajar pada saat membaca teks mendapat kenyamanannya.

Jumlah kata dalam satu baris

Untuk mendukung pengalaman membaca yang nyaman panjang kata dalam satu baris harus terdiri dari 50 sampai 70 karakter. Apabila anda menggunakan lebih sedikit karakter, teks akan menjadi terlalu rapat dan mata pembaca harus bergerak dari satu sisi layar ke sisi yang lainya dengan sangat cepat sehingga dapat memberikan distraksi pada pembelajar dengan menimbulkan ketegangan dan rasa frustasi.

Perataan Paragraf

Dalam menentukan rata paragraf hindari penggunaan Justify memang dalam aspek lain rata paragraf menggunakan justify jadi lebih enak dilihat akan tetapi perlu diingat pada perataan justify spasi antar kata akan tidak konsisten dan menjadi sulit untuk dibaca.

Garis merah pada gambar menunjukan bahwa perbedaan spasi antar kata yang berbeda karena menggunakan perataan paragraf justify.

Dan perlu diperhatikan untuk menghindari kalimat yang terlalu banyak dalam satu paragraf lebih baik membagi atau memecahnya menjadi beberapa paragraf karena dengan begitu dapat memudahkan pembelajar untuk membaca dan mencari kata kunci pada setiap materi yang dibuat.

Pengaturan Huruf

Dalam menentukan ukuran huruf, disini saya merekomendasikan ukuran 15 s.d 18px tapi pada teknologi saat ini ukuran font dapat disesuaikan oleh pembelajar itu sendiri dengan menu yang tersedia pada masing-masing platform seperti halnya moodle mobile.

Jenis huruf sans serif pada umumnya lebih mudah di baca dibandingkan jenis huruf serif dan tentunya san serif font lebih di rekomendasikan karena akan mudah dibaca apabila materi ingin di cetak oleh pembelajar.
Dalam merancang materi pembelajaran didalam eLearning sebaiknya hanya menggunakan 1 jenis huruf dan yang menjadi pembeda antara Heading, Sub Heading hanya dari ukuran font dan ketebalan font.

Selalu Konsisten

Konsistensi menjadi hal krusial dari semua elemen di desain instruksional sama halnya dengan penyuntingan teks. Agar selalu konsisten dapat dimulai dengan mendefinisikan dan mendokumentasikan standar yang meliputi ukuran huruf, jenis huruf dan elemen-elemen pendukung yang kemudian menjadi standar disetiap materi eLearning yang akan dibuat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here